Kitab Kimia Kebahagiaan 1.4 UNLIMITED APK For Mobile

Download Kitab Kimia Kebahagiaan 1.4 MOD APK

Buku ini memiliki empat bab utama yang dimulai pengetahuan tentang diri, pengetahuan tentang Tuhan, pengetahuan tentang dunia ini, dan diakhiri dengan pengetahuan tentang akhirat.

“Siapakah Anda, dari mana Anda Sekarang? Ke mana Anda pergi, apa tujuan Anda datang lalu tinggal sejenak di sini?” Dibahas secara indah oleh Sang Hujjatul Islam.

Pemahaman yang baik atas ‘fakultas-fakultas’ diri yang dibagi menjadi bagian jasadi, dan ruhani, menjadi pijakan awal bagaimana kita memahami diri, dan mengelola pribadi. Yang kemudian mengantarkan kita ke koridor pemahaman akan Tuhan, di bab kedua.

“Jika seseorang manusia merenungkan dirinya, ia akan tahu bahwa sebelumnya ia tidak ada.” Tulis Imam Al-Ghazali yang senada dengan Alquran surat Maryam [19]: 67 yang berbunyi, “Tidakkah manusia tahu bahwa sebelumnya ia bukan apa-apa?”

Dalam bab ini Al-Ghazali paham betul dan efektif menjawab kejahilan berbagai kalangan saat memahami Tuhan, seperti kejahilan orang atheis yang menyimpulkan Tuhan itu tidak ada, kejahilan naturalis yang menganggap jiwa itu tidak ada sehingga mustahil ada akhirat, kejahilan orang munafik yang lemah iman sehingga salah memaknai ‘ibadah kepada Allah’, hingga kejahilan kaum sufi ekstrem yang telah off-side memaknai rahmah dan keadilan Allah SWT.

Pembahasan kemudian berlanjut pada bab pengetahuan tentang dunia. Di sini, jelas narasi yang dikemukakan berkebalikan 180 derajat dengan narasi duniawi yang banyak dikemukakan dalam khasanah perspektif barat.

Jika Anda pembaca dan penikmat Sapiens karya Yoval Noah Harari, maka Kimiya As Sa’adah karya Ghazali ini dapat mengerem laju sporadis pemikiran Anda melewati garis batas ketauhidan.

Jika dalam narasi filsafat eksistensialisme menyatakan bahwa keberadaan Anda di dunia ini adalah hal yang terpenting pertama, dan kemudian selesai jika Anda mati, maka Anda akan diajak berkontemplasi oleh Ghazali dengan menyitir sabda Nabi,

“Kematian adalah suatu hadiah Tuhan yang diharap-harapkan oleh para Mukmin”.

Sebab kita kemudian akan dibawa pada pengetahuan tentang akhirat di bab empat. Suatu konsep yang hanya bisa ‘dialami’ seorang manusia setelah kematiannya. Di sinilah kemudian kita akan ‘dibukakan’ semua tabir yang menutupi selama kita di dunia. Rahasia-rahasia Tuhan dihamparkan secara ‘nyata’ di depan mata kita.

Al-Ghazali menghadirkan permisalan-permisalan cantik untuk mengenalkan kita tentang perkara akhirat. Termasuk perdebatan-perdebatan dengan pihak yang menolak keberadaan akhirat (Atheis, agnostik, gnostik, dan lain sebagainya), yang kemudian diakhiri dengan sitiran yang cukup terkenal dari Sayyidina Ali Zainal Abidin, cucu Rasul,

“Jika Anda benar, maka tak seorangpun dari kita akan menderita keadaan yang lebih buruk di masa depan. Tetapi jika kami yang benar, maka kami akan terhindar dan Anda akan menderita.”

Empat bab utama dari kitab ini kemudian diperkaya dengan empat bab tambahan. Empat bab akhir ini terasa ‘berguna’ saat kita sudah beres dengan empat bab awal. Di bab-bab ini kemudian digunakan Al-Ghazali untuk menjelaskan bagaimana cara kita bermesraan dengan Tuhan, cara yang biasa ditempuh generasi terdahulu, termasuk pendorong dan penghambat kehidupan spiritualitas kita.

Bab tentang ‘Musik dan Tarian sebagai Pembantu Kehidupan Keagamaan’ menjadi tema yang cukup menarik bagi saya di tengah ‘perdebatan’ tak henti tentang hukum musik dalam Islam yang banyak mengarah pada keharamannya, namun di sisi lain kita tahu banyak Sufi besar dengan derajat waliyullah yang menggunakan musik dan tarian sebagai sarana mereka berdzikir.

Aplikasi Ini dilengkapi dengan;

– Surat Yasin dan Doa Lengkap
– Kitab Pengobat Jiwa yang Lelah
– Cerita Motivasi Islami
– Kedasyatan Dibalik Doa dan Dzikir
This book has four main chapters that begin the knowledge of self, knowledge of God, knowledge of this world, and end with knowledge of the afterlife.

    “Who are you, where are you from now? Where did you go, what was your purpose in coming and staying for a while here?” Discussed beautifully by the Hujjatul Islam.

A good understanding of the ‘faculties’ of the self which is divided into physical, and spiritual parts, becomes the initial foothold on how we understand ourselves, and manage the person. Which then leads us to the corridor of understanding God, in the second chapter.

“If a human contemplates himself, he will know that he did not exist before.” Write Imam Al-Ghazali who is in line with the Koran Maryam [19]: 67 which reads, “Didn’t man know that before he was nothing?”

In this chapter Al-Ghazali understands correctly and effectively answers the ignorance of various groups when understanding God, such as the ignorance of atheists who conclude that God does not exist, the naturalist ignorance that considers the soul does not exist so that there is no afterlife, hypocrites who are weak in faith so wrong interpret ‘worship of Allah’, to the extreme ignorance of the Sufi who have been off-side to interpret the mercy and justice of Allah SWT.

The discussion then continues on the chapter knowledge about the world. Here, it is clear that the narrative put forward is reversed 180 degrees with the worldly narrative that is often expressed in the treasury of the western perspective.

If you are a reader and connoisseur of Sapiens by Yoval Noah Harari, then Ghazali’s Kimiya As Sa’adah can put the brakes on the sporadic pace of your thought across the boundaries of monotheism.

If in the narrative philosophy of existentialism states that your existence in this world is the most important thing first, and then finished if you die, then you will be invited to contemplate by Ghazali by citing the words of the Prophet,

    “Death is a gift of God that is expected by the Believers”.

Because we will then be brought to the knowledge of the afterlife in chapter four. A concept that can only be ‘experienced’ by a human after his death. This is where we will then be ‘opened’ all the veils that cover as long as we are in the world. God’s secrets are laid out ‘real’ before our eyes.

Al-Ghazali presents beautiful examples to introduce us to the afterlife. Including debates with those who reject the existence of the hereafter (Atheist, agnostic, gnostic, etc.), which then ended with a well-known citation from Sayyidina Ali Zainal Abidin, Rasul’s grandson,

    “If you are right, then none of us will suffer worse conditions in the future. But if we are right, then we will be spared and you will suffer.”

The four main chapters of the book are then enriched with four additional chapters. The final four chapters feel ‘useful’ when we are done with the first four chapters. In these chapters later Al-Ghazali is used to explain how we make love with God, the way that the previous generations used to do, including the drivers and inhibitors of our spiritual life.

The chapter on ‘Music and Dance as a Helper for Religious Life’ is a quite interesting theme for me in the midst of the ongoing ‘debate’ about musical law in Islam which leads to its forbidden, but on the other hand we know many great Sufis with degrees of wali Allah using music and dance as their means of dhikr.

This application is equipped with;

– Complete Yasin and Prayer Letter
– Book of Healer of Tired Souls
– Islamic Motivational Stories
– The Attitude Behind Prayers and Dhikr
1.4
Kitab Kimia Kebahagiaan Karya Imam Ghazali

Kitab Rahasia Menemukan Kebagaiaan Hidup Dunia dan Akhirat

Dilengkapi dengan;

– Surat Yasin dan Doa Lengkap
– Cerita Motivasi Islami

Information of Kitab Kimia Kebahagiaan 1.4

Download  1.4 version of  Kitab Kimia Kebahagiaan APK today and start your journey.

Apk name : Kitab Kimia Kebahagiaan
Mod Apk Version : 1.4
System Requirements : Android 2.3.2+
Install : 10+
Playstore Rating :
Latest Update : 2020-03-11

Download link for Kitab Kimia Kebahagiaan 1.4
Kitab Kimia Kebahagiaan APK

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *